ARTIKEL ILMIAH POPULER
If you ask well, you teach well
Rina Istiqomah
Kustanti, M.Pd.
Kepala SMP Negeri 1 Sidoharjo
Keterampilan bertanya bagi seorang
guru merupakan hal yang sangat penting untuk dikuasai. Sebab melalui
keterampilan ini, guru dapat menciptakan suasana pembelajaran lebih bermakna.
Pembelajaran akan sangat membosankan, jika selama berjam-jam guru menjelaskan
materi pelajaran tanpa diselingi dengan pertanyaan, baik hanya sekedar pertanyaan
pancingan, atau pertanyaan untuk mengajak siswa berpikir. Menurut Brown, pertanyaan
adalah setiap pernyataan yang mengkaji atau menciptakan ilmu pada diri
siswa-siswi (1975:103). Dalam konteks proses pembelajaran di sekolah, bertanya
adalah cara paling efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa,
membuat siswa menjadi aktif dan kreatif.
Namun kenyataan di lapangan, masih
banyak guru ketika mengajukan pertanyaan hanya menuntut siswa mengulang gagasannya
daripada merangsang siswa membangun gagasan sendiri. Padahal idealnya, guru
harus memiliki keterampilan merumuskan pertanyaan yang mendorong siswa untuk
membangun gagasan sendiri, berpikir alternatif, berpikir kreatif, untuk
melakukan pengamatan, dan penyelidikan sehingga siswa akan memberikan jawaban
yang berupa gagasan atau hasil pengamatan yang mereka lakukan sendiri.
Kesulitan dan kendala tersebut banyak dialami oleh guru dalam pembelajaran di kelas.
Pemahaman siswa terhadap materi cenderung tidak berkembang karena pertanyaan
yang diajukan selama ini, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam evaluasi
atau penilaian, masih sederhana dan cenderung mengulang gagasan yang telah disampaikan.
Penulis harus menemukan formula pertanyaan yang mendorong siswa membangun
gagasan sendiri, serta berpikir alternatif dan kreatif.
Jawaban dari permasalahan tersebut
adalah pemberian pertanyaan yang PIT dan HOTS. Mari kita bahas satu per satu.
Yang pertama adalah pertanyaan yang PIT. Apa dan bagaimana pertanyaan yang PIT
itu? Menurut TANOTO Foundation dalam
program PINTAR-nya menjelaskan bahwa pertanyaan yang PIT itu adalah pertanyaan
yang Produktif, Imajinatif, dan Terbuka.
Pertanyaan yang produktif, adalah pertanyaan yang mendorong siswa melakukan
kegiatan terlebih dahulu (seperti melakukan percobaan, pengamatan,
penyelidikan, dan eksplorasi) untuk memperoleh jawabannya. Pertanyaan jenis ini
memancing siswa untuk menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif. Pertanyaan
yang imajinatif, adalah pertanyaan yang mendorong siswa untuk berimajinasi
terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan. Pertanyaan jenis ini memancing
siswa untuk berangan-angan, berandai-andai, dan bahkan berkhayal tentang
kemungkinan jawaban dari pertanyaan. Pertanyaan yang terbuka, adalah pertanyaan
yang mendorong siswa untuk menemukan lebih dari satu jawaban benar. Pertanyaan
jenis ini memancing siswa untuk mencari
alternatif-alternatif jawaban dari sebuah pertanyaan.
Yang kedua, adalah pertanyaan yang
HOTS (higher order thingking skills).
Pertanyaan yang HOTS adalah pertanyaan yang mendorong siswa untuk menalar dan
berpikir tingkat tinggi, tidak hanya sekadar mengingat kembali, namun lebih
menunjukkan pemahaman akan informasi dan bernalar. Taksonomi Bloom
mengategorikan tataran berpikir tingkat tinggi meliputi menganalisis,
menyintesis, dan mengevaluasi.
Dengan demikian, pemberian pertanyaan
yang PIT dan HOTS dapat digunakan sebagai solusi rendahnya pemahaman siswa terhadap sebuah materi pemebalajaran di kelas.
Jika Anda mengajukan pertanyaan yang baik, sungguh Anda telah mengajar dengan
baik. If you ask well, you teach well.





